Selamat datang di tapteng.go.id - Website Resmi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah - Bagi masyarakat yang ingin menyampaikan pesan singkat berupa saran, kritikan, dan pengaduan pelayanan perizinan, silahkan silahkan kirim e-mail ( humas@tapteng.go.id ) melalui layanan pengaduan ini.

UPDATE COVID-19

Link Terkait
Pengunjung

Artikel

Tingkatkan Kompetisi Petugas Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah Gelar Pelatihan Konselor Pemberian Makanan Bayi Dan Anak
Tanggal Posting : Jumat, 18 December 2020 | 19:32 WIB
Pengirim : KOMINFO - Dibaca : 212 Kali

Tingkatkan Kompetisi Petugas Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah Gelar Pelatihan Konselor Pemberian Makanan Bayi Dan Anak

PANDAN – Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah (Dinkes Tapteng) menggelar Pelatihan Konselor Pemberian Makanan Bayi Dan Anak bertempat di PIA Hotel Pandan selama 4 hari, yaitu pada Senin (14/12/2020) hingga Kamis (17/12/2020).
Pelatihan ini dibuka oleh Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Tapteng Hj. Nursyam, S.K.M., M.Kes, yang diwakili oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinkes Tapteng, Winda Darpianur, M.Kep,Ners, Sp.Kep. An. Didampingi oleh Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Keluarga dan Gizi, Ernita Naibaho, S.Gizi, yang juga sebagai Ketua Pelaksana Pelatihan tersebut.
“Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percapatan Perbaikan Gizi, dengan mencanangkan Gerakan 1000 Hari Pertama kehidupan (1000 HPK), sebagai salah satu upaya dalam mengurangi dan mencegah Stunting di Indonesia. Anak Stunting tidak semata-mata disebabkan oleh keturunan, tetapi lebih banyak disebabkan oleh rendahnya asupan gizi dan penyakit berulang yang didasari oleh lingkungan yang tidak sehat,” kata Kadis Kesehatan Tapteng diwakili oleh Kabid Kesmas usai pelaksanaan pelatihan di Hotel PIA Pandan.
Kabid Kesmas Dinkes Tapteng, Winda Darpianur, M.Kep,Ners, Sp.Kep. An menjelaskan bahwa salah satu rekomendasi dalam Global Strategy on Infant and Child Feeding, yaitu pemberian makan terbaik bagi bayi dan anak sejak lahir sampai umur 24 bulan yaitu
“Pertama, menyusui segera dalam 1 sampai 2 jam pertama setelah bayi lahir (IMD). Kedua, menyusui secara eksklusif sejak lahir sampai bayi berumur 6 bulan. Ketiga, mulai memberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang baik dan benar sejak bayi berumur 6 bulan. Keempat, tetap menyusui sampai anak berumur 24 bulan atau lebih,” tutur Winda.
“Berdasarkan hal itu, untuk mendukung Gerakan 1000 HPK maka diperlukan peningkatan kapasitas Petugas dengan melakukan Pelatihan Konselor Pemberian Makan bagi Bayi dan Anak (PMBA) di tingkat kabupaten, sebagaimana pelatihan yang telah kita laksanakan selama 4 hari ini,” lanjut Winda.
“Ibu Kadis Kesehatan berharap pelatihan yang telah kita laksanakan ini dapat meningkatkan kemampuan dan kompetensi para Petugas Kesehatan di Fasilitas Kesehatan, yaitu Puskesmas yang ada di Kabupaten Tapanuli Tengah untuk dapat memberikan pelayanan prima, khususnya dalam upaya penyuluhan dan terapan meningkatkan gizi masyarakat sekaligus penanggulangan Stunting di Kabupaten Tapanuli Tengah,” tutur Kabid Kesmas Dinkes Tapteng, Winda Darpianur, M.Kep,Ners, Sp.Kep. An.
Pada kesempatan itu, Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Tapteng, Ernita Naibaho, S.Gizi memaparkan bahwa PMBA ini diikuti oleh 15 orang Tenaga Pengelola Gizi Puskesmas. Pelatihan ini menghadirkan 3 orang narasumber, yaitu Fasilitator PMBA dari Dinkes Provinsi Sumatera Utara. Untuk mencapai tujuan pelatihan, materi pembelajaran disusun dalam Kurikulum Modul Konseling Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) selama 30 JPL.
Dijelaskannya, pelatihan ini telah mendapatkan pengakuan yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan kepada Kabupaten Tapanuli Tengah sebagai penyelenggara pelatihan yang telah memenui standar yang telah ditetapkan berdasarkan hasil penilaian terhadap komponen yang diakreditasi. Sehubungan dengan darurat bencana wabah penyakit akibat virus corona, Lembaga Administrasi Negara (LAN) telah mengedarkan beberapa surat edaran yang pada dasarnya mengatur berbagai perubahan mekanisme strategis pembelajaran dengan menerapkan upaya pengendalian mutu terhadap proses penyelenggaraan pelatihan. Upaya Quality Control (QC) dilakukan secara internal oleh penyelenggara pelatihan sendiri dan secara eksternal oleh institusi pengampu yaitu Bapelkes Provinsi Sumatera Utara. Penerapan manajemen mutu pelatihan dilakukan mulai input (perencanaan), proses out put, bahkan outcome sehingga dapat memberikan gambaran yang utuh dan menyeluruh tentang pelaksanaan pelatihan.
“Pada pelatihan ini kita hadirkan 3 orang Narasumber Fasilitator dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Sedangkan untuk Penjamin Mutu Pelatihan (Quality Control) dihadirkan drg. Masytah, M.K.M dari Bapelkes Provinsi Sumatera Utara, untuk Audit Internal dilakukan oleh Pengendali Pelatihan (MOT) Sri Rahayu Situmorang, S.Kep.Ners dari Bapelkes Provinsi Sumatera Utara, dan sebagai panitia dari Bapelkes Provinsi (TOC) adalah Farida Lumbantobing, S.K.M.,” beber Ernita Naibaho, S.Gizi.
Ernita mengatakan, selain adanya upaya pengendalian mutu (quality control), pelatihan ini juga diisi oleh Fasilitator Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) dari Dinkes Provinsi Sumatera Utara, yaitu Arjuna, S.ST, Lia Yuliani, S.Gz, dan Leli Mariani Harahap, S.ST.
“Hasil evaluasi pelatihan pre test dan post test dinyatakan bahwa 15 Peserta Pelatihan Konseling Pemberian Makanan Bayi Dan Anak (PMBA) dinyatakan lulus memuaskan dan berhak mendapatkan Sertifikat Kompetensi dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Kementerian Kesehatan RI,” ujarnya.


Artikel Lainnya
Beri Komentar

RSUD Pandan
 
Kabupaten Tapteng

Bagi masyarakat yang ingin menyampaikan pesan singkat berupa saran, kritikan, dan pengaduan pelayanan perizinan, silahkan kirim e-mail (humas@tapteng.go.id), melalui layanan pengaduan ini.

Terima kasih

 
Copyright 2014-2016 tapteng.go.id All Rights Reserved