Selamat datang di tapteng.go.id - Website Resmi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah - Bagi masyarakat yang ingin menyampaikan pesan singkat berupa saran, kritikan, dan pengaduan pelayanan perizinan, silahkan silahkan kirim e-mail ( humas@tapteng.go.id ) melalui layanan pengaduan ini.

UPDATE COVID-19

Link Terkait
Pengunjung

Artikel

Eliminasi Malaria Di Kabupaten Tapanuli Tengah
Tanggal Posting : Selasa, 4 October 2022 | 00:30 WIB
Pengirim : KOMINFO - Dibaca : 120 Kali

Eliminasi Malaria Di Kabupaten Tapanuli Tengah

TAPTENG - Pencegahan dan penanggulangan Penyakit Malaria, merupakan salah satu Prioritas Nasional dengan berbagai upaya promotif dan preventif. bahkan Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menargetkan Indonesia bebas Malaria tahun 2030. Untuk mewujudkannya, didahului dengan pencapaian daerah bebas malaria tingkat provinsi dan sebelum itu, seluruh kabupaten/kota di Indonesia harus sudah mencapai bebas Malaria. 

Penyakit Malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan oleh gigitan nyamuk Anopheles betina. Setelah gigitan nyamuk tersebut, parasit masuk ke dalam tubuh dan menempati organ hati, di mana parasit dapat tumbuh dan berkembang biak.

Eliminasi Malaria merupakan suatu upaya untuk menghentikan penularan malaria setempat dalam satu wilayah geografi tertentu, tetapi tetap dibutuhkan kegiatan kewaspadaan untuk mencegah penularan kembali, mengingat tingginya mobilisasi penduduk dari dan ke wilayah endemis malaria yang sewaktu-waktu ( kasus impor) dapat terjadi. 

Hal ini dijelaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan Tapteng, Hj Nursyam, SKM, M.Kes di Dinas Kesehatan Tapteng, Kamis (29/09/2022).

“Sejak kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati periode 2017-2022 Bapak Bakhtiar Ahmad Sibarani dan Bapak Darwin Sitompul hingga tahun 2022 ini, pencegahan dan penanggulangan Penyakit Malaria itu merupakan salah satu prioritas dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Tapteng. Dalam 3 tahun terakhir, pada tahun 2019 ada 23 kasus positif malaria (21 kasus indigeneous/penularan setempat dan 2 kasus impor).  Pada tahun 2020 mengalami penurunan, ada 7 kasus positif malaria (3 kasus indigeneous dan 4 kasus impor).  Pada tahun 2021, ada 8 kasus positif malaria (2 kasus indigeneous dan 6 kasus impor).  Sedangkan pada tahun 2022 ini hingga akhir September 2022 tidak ditemukan kasus penyakit malaria di Tapteng,” kata Kadis Kesehatan Tapteng, Hj Nursyam, SKM, M.Kes.

Dijelaskannya, Dinas Kesehatan Tapteng melalui Puskesmas langsung turun untuk melakukan penyelidikan Epidemologi (PE), melakukan survey kontak, pemberian obat,  pemberian larvasida untuk pemberantasan jentik nyamuk dan pengecekan sampel darah jari sebagai upaya  tindak lanjut apakan pasien sudah sembuh, selain itu untuk pencegahan penyakit malaria Dinas Kesehatan juga memberikan kelambu untuk keluarga pasien yang menderita malaria. 

“Dinas Kesehatan Tapteng, setiap tahunnya turun ke wilayah endemis malaria, salah satunya Pulau Mursala dengan melibatkan lintas sektor (Camat,Kepala Desa, Babinsa) untuk melakukan skrining dan memberikan kelambu malaria bagi masyarakat di Pulau Mursala. Untuk logistik obat dan RDT masih mencukupi dalam menangani kasus malari di Tapteng,” ujarnya.

Dalam memberhasilkan eliminasi penyakit malaria di Tapteng, Hj. Nursyam, SKM, M.Kes menjelaskan beberapa tahap yang telah dilakukan oleh Pemkab Tapteng melalui Dinkes dan lintas sektor, yaitu penyiapan analisis data kasus malaria dan penanganannya di Tapteng, persiapan assesment pendahuluan eliminasi malaria dengan tim penilai Kementerian Kesehatan pada tanggal 15 Maret 2022 (via online), terbitnya Peraturan Bupati Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pedoman Eliminasi Malaria di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Untuk menindaklanjuti Peraturan Bupati tersebut, Sekretaris Daerah telah menyurati Kepala Desa yang ada di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) untuk segera mengeluarkan Peraturan Desa tentang Surveilans Migrasi yang mendukung terhadap percepatan eliminasi penyakit malaria di Tapteng. Selanjutnya, kita telah melaksanakan advokasi untuk percepatan eliminasi penyakit Malaria di Kabupaten Tapanuli Tengah pada tanggal 2 September 2022. 

“Kita terus secara berkala melakukan deteksi dini kasus malaria masyarakat di berbagai wilayah Tapteng, terutama kasus impor yang dibawa oleh pekerja  ( migrant worker) yang terinfeksi di tempat mereka bekerja (wilayah endemis malaria) yang dapat berpotensi menjadi sumber penularan di daerah domisili pekerja. Surveilens migrasi membutuhkan sinergitas dan kolaborasi lintas sektor dalam rangka pengendalian faktor lingkungan. Untuk itu, kita berharap partisipasi seluruh pihak, baik masyarakat, swasta, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mewujudkan eliminasi penyakit malaria di Kabupaten Tapanuli Tengah,” pungkasnya.

 

 


Artikel Lainnya
Beri Komentar

RSUD Pandan
 
Kabupaten Tapteng

Bagi masyarakat yang ingin menyampaikan pesan singkat berupa saran, kritikan, dan pengaduan pelayanan perizinan, silahkan kirim e-mail (humas@tapteng.go.id), melalui layanan pengaduan ini.

Terima kasih

 
Copyright 2014-2021 tapteng.go.id All Rights Reserved