Selamat datang di tapteng.go.id - Website Resmi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah - Bagi masyarakat yang ingin menyampaikan pesan singkat berupa saran, kritikan, dan pengaduan pelayanan perizinan, silahkan silahkan kirim e-mail ( humas@tapteng.go.id ) melalui layanan pengaduan ini.

Lambang Negara RI

Link Terkait
Pengunjung

Artikel

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah Gelar Penguatan Kapasitas Kader dalam Penanggulangan Stunting
Tanggal Posting : Kamis, 30 July 2020 | 18:50 WIB
Pengirim : KOMINFO - Dibaca : 91 Kali

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah Gelar Penguatan Kapasitas Kader dalam Penanggulangan Stunting


PANDAN | Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah (Setda Tapteng) Ir. Aris Sutrisno didampingi Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Tapteng Hj. Nuryam, S.K.M, M.Kes, dan Kadis Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (PMD) Tapteng Jonnedy Marbun, S.Pd. membuka secara resmi Penguatan Kapasitas Kader Dalam Penanggulangan Stunting di Kabupaten Tapanuli Tengah yang digelar di Ballroom Pia Hotel Pandan, Rabu (29/07/2020).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ir. Aris Sutrisno membacakan Sambutan Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani. Bupati menjelaskan bahwa Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak, yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek ( kerdil) dari standar usianya. Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia, juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa. Hal ini dikarenakan anak Stunting, bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya, yang mana tentu akan sangat mempengaruhi kemampuan dan prestasi di Sekolah, produktifitas dan kreatifitas di usia-usia Produktif. Masalah Stunting ini bila dibiarkan akan menjadi beban sekaligus ancaman bagi kemajuan bangsa. Kalau SDM kita berkualitas, Tapanuli Tengah maju Indonesia Maju.

Bupati menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah mendukung penuh aksi penanggulangan Stunting, hal ini dengan diterbitkannya Peraturan Bupati Nomor 36 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Stunting Terintegrasi di Kabupaten Tapanuli Tengah, selanjutnya Keputusan Bupati Nomor 1158/BPTT/2020 tentang Penetapan 22 Desa Lokus Penanggulangan Stunting Terintegrasi Yang Tersebar Dalam 9 Kecamatan, dan hal teknis lainnya yang telah dilakukan oleh OPD Tapteng. “Dengan target Nasional untuk percepatan penurunan Prevalensi Stunting pada RPJM Nasional 2020-2024 adalah 14% pada tahun 2024. Pada tahun 2020 kita akan memulai aksi penanggulangan dengan menurunkan angka Stunting di 22 Desa Lokus yang memiliki 368 Kasus Stunting dari 1.499 Bayi ditimbang dengan presentase 24.55%,” kata Bupati Tapanuli Tengah.

Optimalisasi peran dari OPD, Stakeholder, Pemerintahan Desa, swasta dan masyarakat dapat dilakukan dengan meningkatkan kapasitas dari pihak pihak terlibat. OPD sebagai Leading sector dalam pelaksanaan aksi dapat diwujudkan dengan mensinergikan Tupoksi yang berkaitan.

Selanjutnya, Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani menegaskan bahwa komitmen dalam penanggulangan Stunting di Tapteng harus dilakukan secara serius dan terpadu, baik penyusunan regulasi, sarana dan prasarana, dan sinergi berbagai instrumen, termasuk program dan kegiatan melalui optimalisasi peran dari OPD, pemangku kepentingan terkait, Pemerintah Daerah hingga Pemerintah Desa, pihak Swasta, dan Masyarakat sehingga target yang telah ditetapkan dapat dipenuhi.

Bupati juga menegaskan peran penting Kader Pembangunan Manusia (KPM) yang merupakan kader yang diangkat Pemerintah Desa, yang bertugas membantu desa dalam menyediakan layanan penanggulangan Stunting di Desa. “Pemberdayaan KPM akan menjadi salah satu hal penting yang menjadi perhatian kita bersama, sehingga, kerja sama antara semua Kader pada unit terkecil yaitu Desa/Kelurahan, seperti Kader Posyandu, Kader PAUD, Kader Pembangunan Manusia dan Bidan Desa akan menguatkan Penanggulangan Stunting mulai dari level Desa/Kelurahan. Dalam melakukan aktifitas khususnya di luar rumah agar selalu menerapkan Protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini,” tutur Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Narasumber pada kegiatan ini, yaitu Kepala Dinas (Kadis) PMD Tapteng Jonnedy Marbun, S.Pd, Kepala Bappeda Tapteng Basyri Nasution, SP, Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Tapteng Winda Dapiannur M.Kep, Ns, Sp.Kep, An, Kepala Seksi Kesehatan Gizi Ernita Naibaho, S.Gizi, Kapala Puskesmas Barus Utara dr Marwati Rambi, dan Tenaga Ahli P3MD Tapteng Yunus Shobrun.

Turut hadir pada kegiatan ini, yaitu Perwakilan Pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Tapteng, Camat yang memiliki Desa Lokus di Tapteng, Kepala Desa Lokus Stunting, Kader Pembangunan Manusia dan Tenaga Ahli Dana Desa di Tapteng.

 



Artikel Lainnya
Beri Komentar

RSUD Pandan
 
Kabupaten Tapteng

Bagi masyarakat yang ingin menyampaikan pesan singkat berupa saran, kritikan, dan pengaduan pelayanan perizinan, silahkan kirim e-mail (humas@tapteng.go.id), melalui layanan pengaduan ini.

Terima kasih

 
Copyright 2014-2016 tapteng.go.id All Rights Reserved