Selamat datang di tapteng.go.id - Website Resmi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah - Bagi masyarakat yang ingin menyampaikan pesan singkat berupa saran, kritikan, dan pengaduan pelayanan perizinan, silahkan silahkan kirim e-mail ( humas@tapteng.go.id ) melalui layanan pengaduan ini.

Lambang Negara RI

Link Terkait
Pengunjung

Artikel

Dinkes Tapteng Ikuti Rakor Dan Sosialisasi Aplikasi BLC Yang Digelar GT-PPC19 Nasional
Tanggal Posting : Sabtu, 9 Mei 2020 | 20:47 WIB
Pengirim : KOMINFO - Dibaca : 156 Kali

Dinkes Tapteng Ikuti Rakor Dan Sosialisasi Aplikasi BLC Yang Digelar  GT-PPC19 Nasional

 

PANDAN | Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani menginstruksikan Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah (Dinkes Tapteng) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) dan Sosialisasi Aplikasi Bersatu Lawan COVID-19 (BLC) untuk Pelaporan Kasus dan Hasil Penyelidikan Epidemiologi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se Indonesia melalui video conference (vidcon) yang digelar oleh Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GT-PPC19) Nasional Letjen TNI Doni Monardo, pada Sabtu (09/05/2020) pukul 14.30 WIB.

 

Kepala Dinas Kesehatan Tapteng Nursyam, S.K.M, M.Kes diwakili oleh Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Tapteng Ewiya Laili, S.K.M, M.Kes, Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Tapteng Winda Darpianur, M.Kep., Ns, Kep.An, dan Kasi Surveylance dan Imunisasi Dinkes Tapteng Nazmulyani Lubis mengikuti rakor dan sosialisasi via vidcon di Aula Dinkes Tapteng. Sementara itu, di tempat terpisah, Kadis Komunikasi dan Informatika Tapteng Dedy Sudarman Pasaribu, SP mengikuti rakor dan sosialisasi itu di Datacenter Dinas Kominfo Tapteng.

 

Pada kesempatan itu, Kepala GT-PPC19 Nasional Letjen TNI Doni Monardo mengatakan pelayanan terbaik bagi warga negara adalah menjamin keselamatan hidup seluruh rakyat.

 

“Dokter dan rumah sakit harus dilindungi, mengingat rasio jumlah dokter dengan penduduk adalah 1 : 1.300, serta rasio dokter paru terhadap jumlah penduduk adalah 1 : 1.200.000. Pertemuan ini diharapkan bisa mendapatkan masukan dan memberikan beberapa poin agar seluruh data yang diisi benar-benar akurat. Integrasi data ODP, PDP, jumlah tempat tidur Rumah Sakit Rujukan, ketersediaan ruang isolasi serta kebutuhan APD dan kebutuhan lain diperlukan untuk menangani COVID-19,” kata Kepala GT-PPC19 Nasional Letjen TNI Doni Monardo.

 

Kepala GT-PPC19 Nasional juga menyebutkan bahwa pertemuan dengan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menghasilkan surat edaran yang berisi bahwa IDI perwakilan di daerah dapat dimasukkan dalam Gugus Tugas Kabupaten/Kota.

 

Selanjutnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Sekjen Kemenkes) RI Oscar Primadi mengatakan kualitas data menjadi sangat penting untuk diintegrasikan agar lebih mudah dianalisa.

 

“Komunikasi data dengan antara daerah dengan pusat, gugus tugas dengan Kemenkes harus selalu dibangun dan dijalin dengan baik,” tutur Sekjen Kemenkes Oscar Primadi.

 

Sekjen Kemenkes berharap agar upaya integrasi data tidak memakan waktu lama dan komunikasi antar instansi berjalan dinamis. “Perlu ada case management di daerah yang dikomandani oleh Dinkes kabupaten/kota agar input data oleh Puskesmas RS Lab dapat memenuhi protokol,” harap Oscar Primadi.

 

Selanjutnya, Prof. Wiku menyampaikan fungsi BLC adalah untuk mempercepat pencatatan data pada semua tingkat, meliputi Puskesmas, Rumah Sakit, dan Laboratorium, serta pencatatan kebutuhan logistik lembaga kesehatan. Dia juga memaparkan tantangan penyelidikan COVID-19 dan hal-hal yang menjadi penyebabnya. Prof. Wiku juga mengatakan perlunya dukungan aplikasi agar kader kesehatan lebih mudah dalam melakukan input data di lapangan.

 

Rakor dan sosialisasi melalui vidcon ini dilanjutkan dengan diskusi tanya-jawab.

 

Diakhir acara, Ketua GT-PPC19 Nasional Letjen TNI Doni Monardo berharap melalui rakor dan sosialisasi via vidcon ini diharapkan tercapai kesepakatan satu komando pendataan lewat sistem aplikasi BLC. Seluruh institusi melakukan penyelidikan epidemiologi dan contact tracing, langsung menginput data ke BLC.

 

Rakor dan sosialisasi ini turut dihadiri oleh Sekjen Kemenkes, Dirjen P2P Kemenkes, Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes, para Koordinator dan Wakil Koordinator Bidang Operasi GT-PPC19, para Koordinator dan Wakil Koordinator Bidang Pengendalian Operasi GT-PPC19, para Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten/Kota se Indonesia, Brigjen Dr. Agung, para LO GT-PPC19, serta jajaran GT-PPC19.

 

 

 

 


Artikel Lainnya
Beri Komentar

RSUD Pandan
 
Kabupaten Tapteng

Bagi masyarakat yang ingin menyampaikan pesan singkat berupa saran, kritikan, dan pengaduan pelayanan perizinan, silahkan kirim e-mail (humas@tapteng.go.id), melalui layanan pengaduan ini.

Terima kasih

 
Copyright 2014-2016 tapteng.go.id All Rights Reserved