Selamat datang di tapteng.go.id - Website Resmi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah - Bagi masyarakat yang ingin menyampaikan pesan singkat berupa saran, kritikan, dan pengaduan pelayanan perizinan, silahkan silahkan kirim e-mail ( humas@tapteng.go.id ) melalui layanan pengaduan ini.

Lambang Negara RI

Pengumuman
Rabu, 27 November 2019 | 19:21 WIB
 
Selasa, 26 November 2019 | 20:11 WIB
 
Selasa, 26 November 2019 | 12:27 WIB
 
Kamis, 21 November 2019 | 21:06 WIB
 
Kamis, 21 November 2019 | 19:32 WIB
 
Link Terkait
Pengunjung

Artikel

Satpol PP Kabupaten Tapanuli Tengah Tertibkan 8 Wanita Rawan Sosial di Kecamatan Manduamas, Seorang Terindikasi HIV Dan Seorang Pemakai Ganja
Tanggal Posting : Kamis, 28 November 2019 | 21:33 WIB
Pengirim : KOMINFO - Dibaca : 108 Kali

Satpol PP Kabupaten Tapanuli Tengah Tertibkan 8 Wanita Rawan Sosial di Kecamatan Manduamas, Seorang Terindikasi HIV Dan Seorang Pemakai Ganja

 

 

 

 

PANDAN | Menindaklanjuti Instruksi Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani untuk menertibkan usaha maksiat di seluruh wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tapteng gencar melakukan razia tempat usaha berkedok prostitusi. Pada Rabu malam (27/11/2019), Satpol PP Tapteng kembali berhasil menertibkan 8 (delapan) orang Wanita Rawan Sosial (WRS) dari Kafe di dua tempat berbeda di Kecamatan Manduamas. Hal ini disampaikan oleh Kepala Satpol PP Tapteng Jontriman Sitinjak, SH melalui Kabid Satpol PP Panuturi Simatupang, SE di Kantor Satpol PP Tapteng, Kamis (28/11/2019).

 

Dijelaskannya bahwa tujuan Pemkab Tapteng melakukan razia penertiban tempat-tempat usaha maksiat untuk pembinaan dan melindungi para wanita dari kondisi Wanita Rawan Sosial atau WRS.

 

“Empat orang Wanita Rawan Sosial ini didapat dari Kafe BM dan empat orang lagi ditertibkan dari Kafe M. Semuanya di Kecamatan Manduamas. Empat WRS yang ditertibkan dari Kafe BM berinisial S (34 tahun) alamat Dusun IX Pematang Langkat, NS (27 tahun) alamat Brandan Medan, F (31 tahun) Desa Sei Menjirin Binjai, S (20 tahun) alamat Tanjung Sari Pasar V Medan. Sedangkan empat WRS yang ditertibkan dari Kafe M, yaitu Y (35 tahun) alamat Jalan Kampung Dare Padangsidempuan, NS (24 tahun) alamat Albion Kecamatan Pinangsori, A (24 tahun) alamat Simpang Aek Tolang Pandan, RAH (29 tahun) alamat Jalan Sutan Soripada Mulia Padangsidempuan. Itu pengakuan mereka dan akan diperiksa juga kejelasan identitasnya di Dinas Dukcapil,” jelas Kabid Satpol Panuturi Simatupang, SE.

 

“Kita sudah kerjasama dengan pihak Kepolisian melalui Polsek Manduamas dan juga pihak Kecamatan Manduamas, dan kita tertibkan delapan orang Wanita Rawan Sosial dari dua kafe di Kecamatan Manduamas. Ini program Bupati Tapanuli Tengah, membumihanguskan usaha praktek prostitusi. Kita telah menutup 973 tempat maksiat,” pungkasnya.

 

Selanjutnya, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Tapteng Hj. Nursyam, S.K.M, M.Kes menugaskan Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Ewiya Laily, S.K.M, M.Kes, Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Fadriani Marbun, S.Farm., Apt. dan tim melaksanakan pemeriksaan HIV dan Narkoba terhadap delapan orang WRS yang ditertibkan tersebut di Kantor Satpol PP Tapteng.

 

Pada kesempatan itu, Kadis Sosial Tapteng Parulian Sojuangon, SE, M.Si melalui Sekretaris Maharni Sitompul, SH melakukan serah terima 8 orang WRS dari Satpol PP Tapteng untuk ditempatkan di Rumah Singgah Sementara Dinas Sosial Tapteng untuk penanganan selanjutnya.

“Semenjak kepemimpinan Bupati Tapanuli Tengah Bapak Bakhtiar Ahmad Sibarani dan Wakil Bupati Bapak Darwin Sitompul selama 2 tahun berjalan, Dinas Sosial sudah menangani hasil razia penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP Tapanuli Tengah, kurang lebih 250 orang yang sudah kita bina dan itu semua sudah kita antarkan ke Parawasa Berastagi untuk penanganan lebih lanjut,” ucap Sekretaris Dinas Sosial Tapteng, Maharni Sitompul, SH.

 

“Sebelum kita kirim ke Parawasa Berastagi, terlebih dahulu kita berikan pembinaan awal, juga siraman rohani. Bagi Wanita Rawan Sosial (WRS) yang beragama Islam kita hadirkan Ustad dan bagi yang beragama Kristen kita hadirkan Pendeta. Kita harapkan mereka (WRS) dapat kembali ke jalan yang benar dan tidak lagi berkecimpung dan terlibat prostitusi,” tutur Maharni Sitompul, SH di Rumah Singgah Dinas Sosial Tapteng.

 

“Wanita Rawan Sosial ini ada beberapa berasal dari Tapanuli Tengah tetapi lebih banyak dari luar daerah. Harapan kami kepada Wanita Rawan Sosial agar meninggalkan pekerjaan tercela dan mereka memeriksakan kesehatannya secara rutin. Sekali lagi, kami harap mereka (WRS) janganlah bekerja maksiat. Tapanuli Tengah bukan daerah yang bisa mereka tempati untuk berbuat maksiat, jangan kita kotori Tapanuli Tengah ini dengan usaha-usaha maksiat,” pungkasnya.

 

Sementara itu, Kasi P2PM Dinas Kesehatan Tapteng, Fadriani Marbun, S.Farm., Apt


menyampaikan Tim Dinas Kesehatan Tapteng telah melakukan pemeriksaan kepada 8 orang WRS itu menggunan Rapid Test, dilanjut di RSUD Pandan dengan melakukan pemeriksaan R2 dan R3, kemudian fungsi hati dan fungsi ginjal.

 

Hasil pemeriksaan terhadap delapan orang WRS yang ditertibkan oleh Satpol PP Tapteng, yaitu satu orang terindikasi HIV dan satu orang pemakai ganja.

 

“Biasanya, hasilnya tidak jauh beda dengan yang kita periksa, keakuratan tetap kita dapatkan dari RSUD Pandan dan penegakan diagnosa oleh Dokter di RSUD Pandan. Setelah kita dapat tes hasil darah, kita lakukan pemerisaan ke Dokter Penyakit Dalam. Untuk pemeriksaan keseluruhan, kita bawa ke RSU Sibolga. Yang sekarang terdeteksi HIV tidak warga Tapteng. Beliau warga Padangsidempuan. Kita tidak lakukan pengobatan. Mereka (WRS) diserahkan ke Parawasa dan pihak Parawasa akan mengembalikan ke daerah asal domisili masing-masing untuk dilakukan pengobatan,” jelas Kasi P2PM Dinas Kesehatan Tapteng, Fadriani Marbun, S.Farm., Apt.

 

Dirinya menerangkan bahwa WRS yang belum terdeteksi HIV pada saat ini, belum tentu aman. Bisa jadi Virus HIV sudah ada tapi belum bisa terbaca oleh Rapid Test yang digunakan. Ini disebut ‘Windows Periode’ (Masa Jendela) dimana kondisi virus belum aktif pada waktu kita deteksi, Biasanya Windows Periode memiliki jangka waktu satu hingga enam bulan bahkan satu tahun jika kondisi imunitas pasien masih baik.

 

“Untuk itu, kita sarankan kepada Wanita Rawan Sosial yang hasil pemeriksaannya non reaktif untuk melakukan pemeriksanaan HIV setiap bulan sampai enam bulan ke depan ke Puskesmas terdekat agar kondisi kesehatannya terpantau,” tutur Kasi P2PM Dinas Kesehatan Tapteng, Fadriani Marbun, S.Farm., Apt.

 

Akhirnya, Sekretaris Dinas Sosial Tapteng Maharni Sitompul mengatakan seluruh WRS yang ditertibkan itu akan segera dibawa ke Parawasa Berastagi untuk penanganan lebih lanjut.

 

Foto : Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tapteng gencar melakukan razia tempat usaha berkedok prostitusi. Pada Rabu malam (27/11/2019)


Artikel Lainnya
Beri Komentar

RSUD Pandan
 
Kabupaten Tapteng

Bagi masyarakat yang ingin menyampaikan pesan singkat berupa saran, kritikan, dan pengaduan pelayanan perizinan, silahkan kirim e-mail (humas@tapteng.go.id), melalui layanan pengaduan ini.

Terima kasih

 
Copyright 2014-2016 tapteng.go.id All Rights Reserved