Selamat datang di tapteng.go.id - Website Resmi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah - Bagi masyarakat yang ingin menyampaikan pesan singkat berupa saran, kritikan, dan pengaduan pelayanan perizinan, silahkan silahkan kirim e-mail ( humas@tapteng.go.id ) melalui layanan pengaduan ini.

Lambang Negara RI

Link Terkait
Pengunjung

Artikel

Saat Kunker ke Kabupaten Tapanuli Tengah, Komisi E DPRD Provsu Apresiasi Penanganan Bencana Alam Banjir Dan Tanah Longsor
Tanggal Posting : Kamis, 6 February 2020 | 20:18 WIB
Pengirim : KOMINFO - Dibaca : 245 Kali

Saat Kunker ke Kabupaten Tapanuli Tengah, Komisi E DPRD Provsu Apresiasi Penanganan Bencana Alam Banjir Dan Tanah Longsor

 

 

TAPANULI TENGAH | Komisi E DPRD Provinsi Sumatera Utara (Provsu) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Provsu melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Tapanuli Tengah untuk peninjauan lapangan ke lokasi banjir bandang di Kecamatan Barus dan sekitarnya pada Kamis (06/02/2020). Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani diwakili Sekretaris Daerah Tapteng Drs. Hendri Susanto Lumbantobing, M.Si didampingi oleh para Asisten dan Pimpinan OPD terkait menerima kunker Komisi E DPRD Provsu tersebut.

 

Peninjauan Wakil Ketua DPRD Provsu Rahmansyah Sibarani, SH dan Komisi E DPRD Provsu itu dilakukan di empat lokasi yang berbeda meliputi posko pelayanan masyarakat dan infrastruktur yang rusak terdampak banjir bandang dan tanah longsor.

 

Kunjungan pertama dimulai di Posko Pelayanan Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Tapteng. Di posko Pelayanan Dukcapil ini, rombongan Komisi E DPRD Provsu memastikan bahwa pelayanan dukcapil terhadap masyarakat dapat berjalan dengan baik, pasca banyaknya administrasi kependudukan masyarakat yang hilang dan rusak pasca terjadinya bencana alam banjir dan tanah longsor di sejumlah tempat di Tapteng. Dinas Dukcapil Tapteng menerbitkan Kartu Tanda Keluarga (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) warga terdampak bencana alam yang rusak dan hilang.

Selanjutnya, rombongan Komisi E DPRD Provsu mengunjungin Posko Pelayanan Kesehatan Masyarakat di Puskesmas Barus.

 

Ketua Komisi E DPRD Provsu, Dimas Tri Adji mengaku prihatin dan berbelasungkawa
atas musibah yang dialami masyarakat Tapteng. Pihaknya pun berjanji akan menyampaikan persoalan yang dialami korban banjir ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu).

 

“Kita tadi telah menijau langsung dan melihat bagaimana penanganan dampak banjir dilakukan sejak tanggal 29 Januari 2020. Kami juga melihat pasca peninjauan Gubernur Sumatera Utara bersama OPD tempo hari. Penanganan banjir yang dilakukan Tim Posko Tanggap Darurat menurut kami sudah baik. Kita melihat stok beras kita lihat melalui Ketahanan Pangan dan Dinas Sosial, stok obat juga kita lihat tinggal bagaimana persoalan bantuan,” kata Ketua Komisi E DPRD Provsu, Dimas Tri Adji.

 

“Kami juga sangat mengapresiasi aksi cepat tanggap yang dilakukan Pemkab Tapteng kepada masyarakat. Melakukan koordinasi langsung dengan Provsu atas penanganan banjir dan longsor,” tuturnya.

 

Dimas mengungkapkan, banjir bandang yang terjadi di Barus menimbulkan berbagai persoalan yang dialami warga.

Melihat kondisi itu, kata Dimas untuk menyelesaikan persoalan yang dialami masyarakat sangat dibutuhkan kerjasama yang baik dengan berbagai pihak, termasuk dari Anggota DPRD Provsu Komisi D.

 

“Persoalan jembatan dan jalan itu ada di Komisi D. Kedepannya kita akan lakukan rapat bagaimana koordinasinya dengan OPD yang menjadi mitra kita,” kata Ketua Komisi E DPRD Provsu, Dimas Tri Adji melanjutkan penjelasannya.

 

Dimas Tri Adji menambahkan bahwa dalam kunjungan itu, persoalan yang ditimbulkan akibat banjir bandang tidak hanya berfokus pada perbaikan jalan jembatan saja. Persoalan pendidikan juga tidak terlepas dari perhatian Komisi E DPRD Provsu.

 

“Sekolah yang rusak, kami akan menangani kebutuhannya apa. Contoh tadi ada kami lihat persoalan yang sangat penting, ada tadi peralatan perangkat keras UNBK. Nah, kalau tidak bisa ditanggulangi disini, kami akan bawa persoalan itu ke pihak Dinas Pendidikan Provsu,” sebutnya.

 

Komisi E adalah komisi yang membidangi kesejahteraan masyarakat. Pasca banjir bandang, banyak masyarakat membutuhkan perhatian dari pemerintah/pemerintah daerah.

 

Banjir bandang yang terjadi pada Rabu (28/01/2020) lalu mengakibatkan ribuan rumah milik warga rusak. Beberapa ruas jalan juga terputus terdampak banjir. Bahkan sembilan warga meninggal dunia.

 

Rombongan Komisi E DPRD Provsu juga melihat Jalan Provinsi yang rusak di Desa Sijungkang Kecamatan Andam Dewi.

 

Sekretaris Daerah Tapteng Hendri Susanto Lumbantobing, M.Si menyampaikan permohonan maaf Bupati Tapanuli Tengah tidak dapat mendampingi Pimpinan DPRD Provsu, Ketua dan Anggota Komisi E DPRD Provsu yang turun lansung meninjau lokasi pasca bencana alam banjir dan tanah longsor yang berada di Kecamatan Barus dan Kecamatan Andam Dewi, serta wilayah lainnya di Tapteng. Bupati Tapanuli Tengah ada tugas ke kementerian di Jakarta.

 

“Pasca bencana alam yang mulai tanggal 28 Januari 2020, merupakan hal yang tidak terduga, khususnya terjadi di 3 kecamatan yang berdampak fatal dan luar biasa, yaitu Kecamatan Barus, Andam Dewi, dan Pasaribu Tobing. Pasca banjir dan longsor, putusnya Jalan Pakkat, yang menyebabkan lumpuh total. Ada kehilngan nyawa 9 orang di Kabupaten Tapanuli Tengah pada kejadian bencana alam itu, 7 orang di Kecamatan Andam Dewi dan 2 orang di Kecamatan Barus,” kata Sekda Tapteng Hendri Susanto Lumbantobing, M.Si.

 

“Tadi, kita sudah melihat dan meninjau, saat kejadian tempo hari ada pengungsi sekitar 10.000 orang di 3 Kecamatan, sangat luar biasa dampaknya. Tanggal 29 Januari 2020, Bapak Bupati beserta Jajaran, pihak Kecamatan, dan seluruh pemangku kepentingan terkait turun semua menyumbngkan tenaga dan fikiran. Tanggap darurat lansung kita tetapkan. Kita lakukan pertama penyelamatan penduduk, kita langsung buat posko dan dapur umum,” jelas Sekda Tapteng.

 

"Stok makanan warga yang terkena banjir semua habis kita tanggap bagaimana warga pengungsian yang tidak makan, kita tempatkan di beberapa titik penampungan di sekitar SMP Negeri 1 Barus. Mengenai persiapan makanan, Pemkab Tapanuli Tengah ambil alih melalui Dapur Umum. Kita siapkan sembako langsung untuk bisa dimanfaatkan penduduk. Kita juga langsung buka posko kesehatan tidak hanya melayani per kecamatan namun juga per desa. Kita besama TNI, Polri, dan berbagai komponen lainnya, seperti Basarnas, dan pihak lainnya membantu menangani banjir,” ungkapnya.

 

Sekda Tapteng Drs. Hendri Susanto Lumbantobing, M.Si menambahkan bahwa Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani juga memberikan Santunan per KK sejumlah uang atas nama pribadi dan keluarga, untuk meringankan beban atas musibah yang dialami oleh masyarakat. Bukan hanya harta benda, termasuk barang elektronik yang hilang, termasuk uang. Berbagai bantuan yang diberikan telah disalurkan ke warga yang terdampak bencana tersebut.

 

“Banjir ini tiap tahun menimpa Barus, akibat meluapnya Sungai Aek Sirahar. Kami meminta kepada DPRD Provinsi Sumatera Utara hal ini agar tidak terulang kembali untukdengan mencegah kejadian serupa kedepannya. "Kami mohon kepada Pimpinan Ketua Komisi E Dan Anggota agara dibahas di DPRD Provinsi Sumatera Utara, kalau boleh Tapteng dapat menerima bantuan,” harap Sek Tapteng Hendri Susanto Lumbantobing, M.Si.

 

Turut hadir pada acara itu, BPBD Provsu, para Asisten, Pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, Camat Barus, dan Forkopimka Barus.

 

 

.

Foto : Komisi E DPRD Provinsi Sumatera Utara (Provsu) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah

(BPBD Provsu melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Tapanuli Tengah


Artikel Lainnya
Beri Komentar

RSUD Pandan
 
Kabupaten Tapteng

Bagi masyarakat yang ingin menyampaikan pesan singkat berupa saran, kritikan, dan pengaduan pelayanan perizinan, silahkan kirim e-mail (humas@tapteng.go.id), melalui layanan pengaduan ini.

Terima kasih

 
Copyright 2014-2016 tapteng.go.id All Rights Reserved