Selamat datang di tapteng.go.id - Website Resmi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah - Bagi masyarakat yang ingin menyampaikan pesan singkat berupa saran, kritikan, dan pengaduan pelayanan perizinan, silahkan silahkan kirim e-mail ( humas@tapteng.go.id ) melalui layanan pengaduan ini.

Lambang Negara RI

Link Terkait
Pengunjung

Artikel

Pelayanan Bidang Kesehatan Pemkab Tapanuli Tengah Pasca Terjadinya Bencana Alam Banjir Dan Tanah Longsor
Tanggal Posting : Senin, 10 February 2020 | 20:38 WIB
Pengirim : KOMINFO - Dibaca : 140 Kali

Pelayanan Bidang Kesehatan Pemkab Tapanuli Tengah Pasca Terjadinya Bencana Alam Banjir Dan Tanah Longsor

 

 

TAPANULI TENGAH | Pasca terjadinya bencana alam banjir dan tanah longsor di Kecamatan Barus, Andam Dewi, Pasaribu Tobing, dan sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) pada Selasa (28/01/2020), Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah menurunkan Tim Terpadu Kesehatan di daerah terdampak bencana. Tim ini memberikan pelayanan kesehatan di berbagai Posko Kesehatan yang dibentuk ditambah pelayanan di Puskesmas. Tim Kesehatan terdiri atas Dinas Kesehatan Tapteng, Puskesmas, dan RSUD Pandan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Tapteng Nursyam, S.K.M, M.Kes didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Ewiya Laili, S.K.M, M.Kes di Dinas Kesehatan Tapteng, Senin (10/02/2020).

 

“Pasca bencana alam banjir dan tanah longsor, Bupati Tapanuli Tengah Bapak Bakhtiar Ahmad Sibarani telah menginstruksikan kami di Dinas Kesehatan untuk segera berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait, termasuk Tim Pos Komando Tanggap Darurat, serta melibatkan seluruh Puskesmas yang ada di Tapanuli Tengah dan RSUD Pandan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang terkena dampak bencana alam tersebut, seperti di Kecamatan Barus dan Andam Dewi. Untuk wilayah lainnya dilakukan oleh Puskesmas setempat. Hal ini dilakukan langsung sejak 29 Januari 2020 hingga berakhirnya masa tanggap darurat dan diperpanjang hingga 6 Februari 2020. Ada 10 Posko Kesehatan dibuat yang tersebar di beberapa desa di Kecamatan Barus, di Desa Sijungkang Kecamatan Andam Dewi, dan Kecamatan Pasaribu Tobing,” kata Kadis Kesehatan Tapteng Nursyam, S.K.M, M.Kes.

 

Kadis Kesehatan Tapteng Nursyam, S.K.M, M.Kes menjelaskan bahwa Tim Medis melibatkan seluruh Puskesmas yang ada di Tapteng dan RSUD Pandan dalam memberikan pelayanan kesehatan di Posko Kesehatan Utama yaitu Pos Kesehatan Padang Masiang setiap hari 24 jam, sedangkan Pos Kesehatan lainnya memberikan pelayanan mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB. Pasien yang membutuhkan rawat inap tersedia di Puskesmas di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor, untuk rujukan bekerjasama dengan RSUD Pandan. Seluruh pasien dapat dilayani di Pos Kesehatan, tidak ada yang dirujuk.

 

Pelayanan kesehatan yang dilakukan, diantaranya yaitu membuka Pos Kesehatan, membantu evakuasi korban, memberikan pelayanan kesehatan, merujuk penderita jika diperlukan, melakukan penilaian kesehatan secara cepat yang bersamaan dengan pelayanan kesehatan darurat, melakukan surveilans penyakit berpotensi Kejadian Luar Biasa (KLB) atau wabah, melakukan penyuluhan dan himbauan kepada warga agar tetap mempertahankan perilaku hidup bersih dan sehat agar tetap terjaga kesehatannya dan terhindar dari penyakit yang sering terjadi pasca banjir, melakukan perbaikan kualitas air atau kaporisasi dan pemberian PAC/Penjernih Air Cepat, melakukan disinfeksi seperti pemberian Lysol kepada masyarakat, melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), dan membuat pencatatan dan pelaporan.

 

“Posko Kesehatan selama masa tanggap darurat hingga diperpanjang ke tanggal 6 Februari 2020 telah melayani 3.034 orang warga terdampak bencana alam. Secara berurut yang paling banyak dilakukan pelayanan kesehatan, yaitu ISPA/CC, dermatitis, hipertensi, febris, arthritis, myalgia, dispepsia, vulnus, diare, dan chepalgia. Untuk jenis penyakit gestritis, insomnia, ginggivitis, asma, dan lainnya jumlahnya sedikit,” paparnya.

 

Selanjutnya, Kabid P2P Dinkes Tapteng Ewiya Laili, S.K.M, M.Kes mengatakan Dinkes Tapteng juga melakukan fogging dan kaporisasi di Kecamatan Barus. Kegiatan ini dilakukan dua hari, yaitu 4-5 Februari 2020 dengan bantuan dari BTKL Kelas I Medan. Lokasi yang menjadi sampel adalah Perumnas dan Desa Pasar Tarandam Kecamatan Barus. Selanjutnya bahan kaporisasi dan PAC diserahkan kepada Camat untuk didistribusikan kepada masyarakat melalui Lurah dan Kepala Desa.

 

“Kita juga mengantisipasi masalah bahaya lingkungan, jadi kita melakukan kaporisasi. Memperhatikan kondisi sanitasi bahaya lingkungan yang sudah tercemar banjir, jadi kita sudah melakukan kaporisasi, memberikan cairan desinpektan di sumur-sumur yang telah tercemar pasca banjir. Kita juga melakukan PAC menjernihkan air dengan cepat,” kata Kabid P2P Dinkes Tapteng Ewiya Laili, S.K.M, M.Kes.

 

“Kita juga melakukan fogging, ada di beberapa titik sekitar Barus, seperti di Kelurahan Padang Masiang, Pasar Batu Gerigis, Pasar Tarandam, Kampung Mudik. Dengan fogging, kita membasmi nyamuk pasca banjir, air tergenang, kemungkinan itu tempat perkembangbiakan nyamuk. Dimulai dari daerah yang padat penduduk,” ujar Ewiya Laili, S.K.M, M.Kes.

 

 

Foto : Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah menurunkan Tim Terpadu Kesehatan di daerah terdampak bencana. 


Artikel Lainnya
Beri Komentar

RSUD Pandan
 
Kabupaten Tapteng

Bagi masyarakat yang ingin menyampaikan pesan singkat berupa saran, kritikan, dan pengaduan pelayanan perizinan, silahkan kirim e-mail (humas@tapteng.go.id), melalui layanan pengaduan ini.

Terima kasih

 
Copyright 2014-2016 tapteng.go.id All Rights Reserved